Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan


KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

A.Pendekatan Kesusastraan

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiP-Vh-pKVfFvxW1J9IY9_5OWS2UJ90X7I3CF4fU62WbAqKk2L9WXFLyJVsqc7-sCSSa3hoecKdTwcDTogahvMVp-y7qAoO2PkX0bdUjReDJAWriDHEtM6BnR2L87jwmQAyq2eZcfhsd0/s1600/15aplaudir.gif






Kesusastraan adalah hasil proses yang bersusah payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra ,ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin.
     
          Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta sastra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar sas- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Yang agak biasa adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puisi atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.

1. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
      Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus.Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat.Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.

           Sastra adalah karya, sama posisinya seperti karya-karya yang lain, seperti Cerpen, Puisi, lukisan, patung, Musik, Seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra adalah sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati dan diakhiri dengan kerelaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai cinta pada ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari kebebasan berekspresi, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara efektif  untuk medium itu. Seni merupakan suatu kebebasan.

2. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
    
       Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.

Prosa lama meliputi : 
-Dongeng adalah Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
-Hikayat adalah Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
-Sejarah adalah Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul

Prosa baru Meliputi : 
-Kisah adalah Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
-Cerpen adalah Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya,
-Novel adalah Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
-Biografi adalah Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
-Otobiografi adalah Biografi yang ditulis oleh subyeknya
.
3. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI 
        Prosa fiksi adalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi diantaranya adalah :
1. Memberikan wawasan, karena yang diperoleh pembaca adalah pengetahuan tentang nilai – nilai prosa fiksi.
2. Memberikan inforrmasi, karena yang di peroleh pembaca bukan hanya wawasan tapi juga informasi yang banyak dari berbagai tokoh prosa fiksi di dunia.
3. Memberikan kesenangan, selain memberikan wawasan dan informasi juga dapat memberikan kesenangan pembaca yang di selilingi dengan sejarah – sejarah zaman dahulu kala.
4. Memberikan warisan, dapat di berikan kepada cucu – cucu kita untuk bekal mereka nanti dalam memdalami prosa fiksi tersebut.
4. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI 

           Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

Kreativitas penyair dalam membangun puisinya yang meliputi sebagai berikut :
1. Figura bahasa adalah perkataan yang merujuk kepada model-model aksi watak-watak.
2. Kata – kata yang bermakna ganda adalah kalimat yang mengandung 2 makna.
Contoh : Sumbangan kedua sekolah itu telah kami terima.
pertama. ada dua kali sumbangan yang diberikan oleh sekolah itu; atau
kedua. ada dua sekolah yang menyumbang.
3. Kata – kata berjiwa adalah kalimat yang memiliki suatu kehidupan yang membangkitkan semangat pembaca. Contoh : "Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan (Robert F. Kennedy)"
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu adalah kata –kata konotatif.
alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi adalah
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social.

Sumber Referensi :
http://nataliashintia14.blogspot.com/2012/10/bab-3-manusia-dan-pendekatan.html
http://www.goodreads.com/quotes/244391-kesusastraan-adalah-hasil-proses-yang-berjerih-payah-dan-tiap-orang
http://www.scribd.com/doc/85048850/konsepsi-ibd-dengan-Kesusastraan
http://ms.wikipedia.org/wiki/Figura
http://www.imammurtaqi.com/2012/04/kalimat-bermakna-ganda-ambigu.html
       https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiP-Vh-pKVfFvxW1J9IY9_5OWS2UJ90X7I3CF4fU62WbAqKk2L9WXFLyJVsqc7-sCSSa3hoecKdTwcDTogahvMVp-y7qAoO2PkX0bdUjReDJAWriDHEtM6BnR2L87jwmQAyq2eZcfhsd0/s1600/15aplaudir.gif

Kamis, 19 Maret 2015
Posted by Unknown

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN



                                                   MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

 1. MANUSIA
 Image result for manusiaImage result for kepribadian bangsa timur
        Manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). 

        Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
        Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.

A) Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu :
    a. Jasad,
    b. Hayat.
    c. Ruh,
    d. Nafs.

B) Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
     a. Id
          Merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
     b. Ego
         Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
     c. Superego
         Merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

2. HAKEKAT MANUSIA

    A.Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

    B.Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. 
       Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah 
       perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya: 
       -Perasaan intelektual,
       -Perasaan estetis,
       -Perasaan etis,
       -Perasaan diri,
       -Perasaan sosial,
       -Perasaan religius.

   C.Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.

   D.Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan 
       martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

3.KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Image result for kepribadian bangsa timur

       Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam-dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik.
      Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting. Biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlampaui banyak menekan kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri.
      Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagai subyek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar dan pribadi.
     Ini merupakan 8 daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar dan pribadi :
 - Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang 
   hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1, hanya bedanya terdiri dari 
   pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan 
   negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.
- Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia 
   tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan 
   masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap 
   kehidupan sehari-hari.
- Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, 
  melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya. 
- Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-
  binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa 
  dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena 
  tekanan batin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan. 
- Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam 
  jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan perasaan-perasaan yang dapat 
  dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya. 
- Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious). Lingkaran itu terdiri dari 
  pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan,tetapi 
  disimpannya saja di dalam alam jiwanya sendiri dan tak dinyatakan kepada siapapun juga dalam 
  lingkungannya. Hal itu disebabkan ada kemungkinan, bahwa :
  a) Ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakannya, atau karena ia punya maksud 
      jahat.
  b) Ia sungkan menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan mendapat respons dan 
      pengertian yang baik dari sesamanya, atau takut bahwa walaupun diberi respons, respons itu 
      sebenarnya tak diberikkan dengan hati yang ikhlas atau juga karena ia takut ditolak mentah-
      mentah.
  c) Ia malu karena takut ditertawakan, atau karena ada perasaan bersalah yang mendalam.
  d) Ia tidak bisa menemukan kata-kata atau perumusan yang cocok untuk menyatakan gagasan yang 
       bersangkutan tadi kepada sesamanya.
- Nomor 7 dan nomor D disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di 
  daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah  
  terdesak ke dalam. 

4. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
   - Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism 
      berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukkan adanya oleh kebudayaan  
      yang dimiliki masyarakat itu.

  - Herkovis memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang 
    turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus.Dalam sehari-hari istilah kebudayaan sering 
   diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.
 - Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam  
   bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum 
   dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan 
   tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha 
   manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.
 - E.B.Tylor (1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup 
  pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan 
  sebagai anggota masyarakat.
- Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, 
  dan cipta masyarakat.
- Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.

5.UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
        
     Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan mempunyai empat unsur, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Broinslaw Malinowski mengatakan unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
        C.Kluckhohn dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada        
         tujuh kebudayaan universal,yaitu :
         1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
         2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
         3. Sistem Pengetahuan
         4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
         5. Sistem Teknologi dan Peralatan
         6. Bahasa
         7. Kesenian.

6.WUJUD KEBUDAYAAN
   Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu,
   
    1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
      - Wujud ini disebut sistem budaya,sifatnya abstrak,tidak dapat dilihat,dan berpusat dalam alam 
        pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
   
    2. Kompleks aktivitas.
      - Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi,bersifat konkret,dapat diamati atau  
       diobservasi.Wujud ini disebut sistem sosial yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang  
       berinteraksi,berhubungan serta bergaul satu sama lain dari waktu ke waktu.

    3.Wujud sebagai benda.
       - Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan 
         sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

7.ORIENTASI NILAI BUDAYA
      Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai 
budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
     1. Hakekat hidup manusia (MH)
     2. Hakekat karya manusia (MK)
     3. Hakekat waktu manusia (WM)
     4. Hakekat alam manusia (MA)
     5. Hakekat hubungan manusia (MN)

8. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
    Image result for perubahan kebudayaan
    Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
   Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan (kesenian), dan bahasa.
   Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
   1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
   2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.

9.KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Image result for KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
   
      Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku   kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
   
       Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
    1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun   
        dunianya.
    2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
    3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.

Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.

daftar pustaka
Mustopo, M. Habib; Manusia dan budaya kumpulan esay; Usaha Nasonal, Surabaya, 1990.
MP. Suyadi, Drs; Ilmu Budaya Dasar; Modul UT; PT Karunika, Jakarta, 1990.
Muhamad Kadir SH, Ilmu Budaya Dasar; Fajar Agung, Jakarta, 1990.
Soekanto Sorjono; sosiologi suatu pengantar; Rajawali Pers, Jakarta, 1990.
http://mfajarsidiq.blogspot.com/2013/04/manusia-dan-kebudayaan.html



    
Minggu, 08 Maret 2015
Posted by Unknown

Popular Post

Blogger templates

Followers

Universitas Gunadarma

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Kancil And Tiger -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -